Jangan Sampai Salah! Kenali 3 Jenis Tes Untuk Deteksi Virus Corona

Jangan Sampai Salah! Kenali 3 Jenis Tes Untuk Deteksi Virus Corona

Di Indonesia, kasus virus Covid-19 terus menunjukkan peningkatan. Per 24 Juni 2020, hampir 50.000 masyarakat Indonesia terdeteksi positif. Hal tersebut diketahui setelah tes cepat virus corona dilakukan. Tes deteksi virus Covid-19 terus dilaksanakan untuk mengetahui kemungkinan seseorang terpapar virus ini dengan lebih efektif. Sehingga, penyebarannya pun dapat diminimalisir. Anda juga bisa melakukan tes ini dengan mengunjungi PCR test terdekat untuk mendapatkan tes deteksi virus Covid-19.

Jenis Tes Deteksi Virus Corona

Setelah Presiden Joko Widodo mengambil langkah tes cepat deteksi virus Covid-19 secara massal, beberapa instansi kesehatan pun membuka layanan tersebut. Diantaranya di RS pemerintah, Pemda, Swasta, RS TNI dan Polri serta beberapa lembaga riset rekomendasi Kementerian Kesehatan.

Namun, tahukah Anda apa saja jenis deteksi virus corona ini? Berikut ulasannya:

1. Rapid Test 

Jenis tes ini merupakan proses awal pemeriksaan untuk mendeteksi paparan virus Covid-19 secara cepat. Tujuan dari rapid test adalah untuk memetakan kasus paparan virus di suatu daerah. Sehingga, penyebarannya dapat ditekan.

Rapid test mengambil sampel darah pasien. Umumnya darah yang diambil berasal dari jari telunjuk. Di dalam darah terdapat antibodi lgG dan lgM yang dapat digunakan untuk memeriksa virus. Ketika Anda terinfeksi virus Covid-19, secara tidak langsung antibodi tersebut akan terbentuk. Sehingga, jumlah antibodi itu akan bertambah jika Anda terinfeksi virus tersebut.

Hasil dari tes ini terdiri dari reaktif dan non-reaktif. Jika hasilnya non-reaktif, maka Anda tidak memerlukan tes lanjutan. Sebaliknya, jika hasilnya reaktif, Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan swab melalui hidung atau tenggorokan 

2. Swab Test

Hasil rapid test tidak menunjukan akurasi tepat apakah Anda terinfeksi virus Covid-19. Sehingga, diperlukan pemeriksaan lebih akurat dengan melakukan swab test. Sampel yang diambil dalam tes ini bisa berasal dari air liur, serta sampel cairan dari saluran pernafasan bawah. 

Cara kerja tes ini adalah menggunakan alat seperti cotton bud panjang untuk mengambil sampel. Jika mengambil cairan dari hidung atau tenggorokan, alat tersebut dimasukan pada area itu hingga lendir terserap. 

Jika Anda bingung kemana harus melakukan swab test, Anda dapat menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi ini, Anda dapat menemukan layanan tes deteksi virus Covid-19. Salah satunya, mengetahui PCR test terdekat dari lingkungan tempat tinggal Anda. Bahkan, Anda juga dapat melihat harga tes.


3. PCR (Polymerase Chain Reaction) Test 

PCR test merupakan bagian dari swab test berkelanjutan. Jenis tes ini merupakan teknik yang secara lebih spesifik, mampu mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh. Cara kerja tes ini adalah dengan melacak bahan genetic alam virus, sehingga dapat menghasilkan akurasi yang lebih tinggi.

Hasil tes ini keluar lebih lama dibandingkan rapid test. Karena harus dilakukan di Lab Biosafety Level 2, butuh waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya. Berbeda dengan rapid test yang hasilnya akan keluar setelah 10-15 menit pemeriksaan.

Itulah 3 jenis tes deteksi virus corona yang wajib Anda tahu. Apabila Anda merasa perlu memastikan apakah Anda dalam kondisi sehat atau tidak, maka Anda bisa melakukan tes ini. Jangan takut untuk mengikuti tes deteksi tersebut, agar Anda dapat menjadi bagian dalam meminimalisir penyebaran virus. Agar lebih memudahkan mobilitas, Anda bisa mengunjungi PCR test terdekat dengan mencari informasi melalui layanan platform maupun aplikasi Halodoc.

Semoga bermanfaat!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar